Follow me
Senin, 30 September 2013
Jumat, 06 September 2013
Catatan Akhir Sekolah
RESENSI "catatan akhir sekolah"
Judul Film : Catatan Akhir Sekolah
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis : Salman Aristo
Pemeran : Ramon Y. Tungka, Vino G. Bastian, Marcel Chandrawinata, Joanna Alexandra, Christian Sugiono
Produksi : Rexinema, Jakarta 2005
Jenis Film : Drama
RESENSI
Film yang diproduksi tahun 2005 oleh Rexinema ini, sukses disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Seorang sutradara muda berbakat yang terkenal
piawai dalam menyutradarai dan memproduseri film-film bertema religi.
Sementara Ramon Y. Tungka, Vino G. Bastian dan Marcel Chandrawinata,
adalah tiga orang aktor muda yang memerankan tokoh remaja SMA dalam film
ini dengan baik.
Film
ini berkisah tentang tiga orang remaja yang telah duduk di kelas 3 SMA.
Mereka adalah remaja-remaja yang biasa yang tidak terlalu menonjol di
sekolah itu. Berkeinginan untuk dikenal oleh segenap penghuni sekolah,
ketiga anak ini yaitu, Agni (Ramon Y. Tungka), Arian (Vino G. Bastian)
dan Alde (Marcel Chandrawinata) akhirnya punya rencana untuk membuat
sebuah film dokumenter berisi kejadian sehari-hari yang terjadi
disekolah mereka tercinta, untuk ditayangkan di acara pentas seni
sekolah mereka di akhir tahun. Tujuannya tentu untuk kenangan masa-masa
SMA yang tidak dapat terulang kedua kalinya. Berbagai peristiwa
sehari-hari yang biasanya terjadi disekolah, pada teman-teman mereka,
menjadi objek dari film dokumenter yang mereka buat.
Mereka
bersahabat sejak mereka kelas 1 SMA, hingga kini mereka kelas 3 SMA.
Agni(Ramon Y. Tungka) adalah anggota klub film sekolah, setiap
menampilkan film pendeknya kepada para anggota, filmnya selalu ditolak
oleh anggota yang lain. Alde(Marcel Chandrawinata) anak orang kaya yang
aktif di ekstrakurikuler band, banyak wanita yang tergila-gila padanya.
Sedangkan Arian(Vino G. Bastian) adalah anggota ekstrakurikuler mading
sekolah, namun hanya menjabat sebagai pemegang kunci mading.
Sebelum
mendapatkan ide untuk membuat film dokumenter ini. Arian selaku anggota
mading sekolah mempunyai rencana untuk membuat buku tahunan yang
berbeda dari biasanya. Tetapi jalannya untuk membuat buku tahunan itu
tidak ada yang mendukung. Ide membuat film dokumenter ini adalah dari
Agni yang pada dasarnya anggota klub film. Pembuatan film dokumenter ini
didukung dengan adanya Agni sebagai orang yang mengerti dunia film,
Arian yang sebagai pemegang kunci mading sebenarnya mempunyai bakat
dalam penulisan. Sedangkan, Alde yang mempunyai banyak penggemar wanita,
penggemarnya itu dapat dimanfaatkan untuk membawa handycam, karena
mereka pernah tertangkap oleh kepala sekolah karena sudah membawa
handycam.
Dalam
proses pembuatan film dokumenter ini, banyak halangan yang ditempuh.
Seperti skenario yang tidak dibuat oleh Arian. Agni yang masih memendam
perasaan kepada mantan pacarnya, Alina (Joanna Alexandra), kini mulai
mendekatinya lagi. Sedangkan Alina kini telah menjalin kasih dengan Ray
(Christian Sugiono), walau Alina sering kali dikasari oleh Ray. Agni
yang sibuk dengan masalahnya dan Arian beserta skenarionya yang belum
terselesaikan atau bahkan tidak dikerjakan membuat, Alde berusaha
sendiri untuk dapat menyelesaikan film itu. Ketika mengetahui Alde
berusaha sendiri menyelesaikan film itu dan mendapat kecelakaan ketika
mengerjakan film itu, Agni dan Arian pun akhirnya kembali menyelesaikan
film itu hingga selesai. Disamping Agni yang masih mengharapkan Alina,
Alde juga memendam rasa pada sahabat Alina yang bernama Ratih, namun
Alde tidak berani mengungkapkan perasaanya karena Ratih adalah anak
pedagang Somay dikantin sekolah.
Acara pensi pun terlaksanakan juga dan film dokumenter yang mereka buat pun akhirnya ditampilkan.
Tentu saja hal itu menuai berbagai reaksi dari siswa-siswi sekolah
mereka. Berbagai kejutan tak terduga pada film dokumenter tersebut.
Disela film dokumenter itu ternyata ada cuplikan dimana kepala sekolah
mereka melakukan jual-beli nilai antar kepala sekolah dengan orang tua
murid. Kejadian itu ternyata terjadi ketika handycam mereka disita oleh
kepala sekolah yang masih dalam keadaan terekam. Akhirnya kepala sekolah
beserta asisten diserahkan pada pihak yang berwajib. Film dokumenter
yang Agni,Arian dan Alde buat berhasil menarik perhatian dari semua
penghuni sekolah.
Film Catatan Akhir Sekolah ini
layak untuk ditonton remaja-remaja sekarang. Hal ini berkaitan dengan
tema filmnya yang sangat membumi. Segala peristiwa yang terjadi dalam
kehidupan remaja Indonesia sehari-hari misalnya, masalah percintaan dan
masalah sekolah yang masih mengandalkan uang untuk menyelesaikan segala
masalah yang ada pada murid. Hadirnya film ini diharapakan dapat membuat
remaja-remaja Indonesia lebih kreatif dalam menunjukan tanda cintanya
pada sekolah.
Kamis, 05 September 2013
TUJUH RESEP NENEK MOYANG YANG AMPUH MENGOBATI SAKIT GIGI
Berikut adalah ketujuh resep nenek moyang yang ampuh mengobati sakit gigi:
1. Minyak Cengkeh
Untuk meredakan sakit gigi, oleskan minyak cengkeh ke lubang gigi yang mengalami kerusakan. Cengkeh dinyatakan efektif meredakan sakit gigi. Selain itu, cengkeh juga mengurangi infeksi karena mengandung properti antiseptik.
2. Bawang putih
2. Bawang putih
Banyak yang berpendapat bawang putih adalah yang paling efektif menghilangkan sakit gigi dibanding obat tradisional lainnya. Tak hanya itu, gigi yang telah disembuhkan juga akan semakin kuat dan sehat. Caranya, haluskan satu siung bawang putih dicampurkan dengan sedikit garam kasar kemudian tempatkan di area yang sakit.
3. Jeruk limau
Gigi berlubang, gigi tanggal, pembentukan plak gigi, sakit gigi, dan pendarahan gusi bisa dicegah dengan jeruk limau. Jeruk limau, sebagai sumber yang kaya vitamin C, sangat bermanfaat dalam mempertahankan kesehatan gigi dan tulang di bagian tubuh lainnya.
4. Avokad
Keringkan/sangrai 1 biji avokad, lalu haluskan sampai menjadi bubuk. Setelah itu masukkan bubuk biji avokad ke gigi yang berlubang, kemudian tutup dengan kapas.
5. Bawang merah
Komponen anti bakteri dikandung dalam bawang merah. Gigi bisa terlindung dari berbagai gangguan dengan mengunyah satu bawang merah setiap hari. Mengunyah bawang merah selama 3 menit dinyatakan cukup untuk membunuh semua kuman di mulut. Pada area gigi atau gusi yang sakit, tempatkan sepotong kecil bawang merah. Ini bisa meredakan sakitnya.
6. Tepung lada
Jagalah kebersihan gigi dengan tepung lada, gunakan sedikit tepung lada dengan 1/4 sendok teh garam. Jika digunakan secara teratur setiap hari bisa mencegah gigi berlubang, nafas bau, gusi berdarah, sakit gusi, dan sakit gigi. Untuk meredakan sakit gigi, Anda bisa menempatkan campuran tepung lada dan minyak cengkeh ke dalam lubang gigi. Gigi sensitif pun bisa diatasi dengan cara yang sama.
7. Cabai Hijau
Tempelkan pada gigi yang sakit cabai hijau secukupnya yang dipotong ujungnya sedikit kemudian dibakar. Setelah panas, cabai ditempelkan pada bagian gigi yang sakit. Gunakan secara teratur 2 kali sehari.
Langganan:
Postingan (Atom)